*Notes ini ditulis karena tergerak oleh ajakan salah satu pemerhati PsyCamp :)*
Gue ikut psycamp uda sekitar 4 kali (kalo gak salah berati gue gak pernah absen ikutan selama kuliah :) ).
Gue si sebenernya bukan anak yang outdoor2 bgt, jujur aja, Psycamp tu "camping serius" yang pertama buat gue.
Yang bener2 tidur di tenda, gak ada listrik, mendaki bukit, ujan2an, bawa tas berat, mandi di sungai, buang hajat juga di sungai.. semua pengalaman pertama de buat gue :)
Banyak hal yang berkesan buat gue di PsyCamp ini, selain jadi kenal2 sama temen seangkatan, jadi tau2 juga senior senior. Trus satu yang gak bisa gue lupa, yaitu pengalaman begadang yang diiringi dengan jokes2 gak penting.. hehehe.. eh, penting de.. soalnya menghibur bgt bgt bgt.. Waktu itu "mike" dipegang oleh Ka Mario, Ale, sama Pa'de Ibut :D
blum lagi pengalaman membuat kopi se-ember dan kambing guling pertama kuuu :D
well, bukannya gue gak pernah makan kambing guling, tapi baru kali itu makan kambing guling di samping api unggun, malem2 diatas gunung.. :D
Oh yaaa, waktu 2003 yell guys masi diajarin di PsyCamp.. ini juga seruuu :)
Trus gak tau gmana, taun depan (2004) nya gue ikutan lagi, uda bukan jadi peserta, kalo gak salah jadi staff danus.. tapi tetep aja bisa have fun kok pas hari H :) POnya kalo gak salah Bram. Kalo gak salah inget, di Psycamp ini ada mainan seru bgt namanya "benteng takepsy" huehehee.. kita tembak2an pake semprotan air dan diakhiri dengan nyemplung ke sungai :)
Trus, gak tau gimana juga, taun 2005 gue diminta Endi memenin dia jadi WaPO.. wuah, baru lagi ni, baru pas 2005 gue ikutan survey.. trus ikut menikmati makan nasi,lauk (lupa lauknya apa),plus cengek di rumah mang atang (atau mang usit ya? lupa). Sederhana, tapi waktu itu kayanya nikmat bgt ya?
Psycamp terakhir gue (kalo gak salah) tahun 2006, ini juga ikutan gara2 jadi SC, POnya Maria DS. Pas Psycamp ini, temen2 angkatan gue uda dikit bgt yang ikut, kalo pun ikut paling sebagai panitia. Tapi gapapa, gue tetep bisa senang2 dengan anak2 2006 :D. Gue inget, Psycamp ini berkesan karena ada waterfallnya..
Trus setiap PsyCamp juga ajang gue melihat bintang.. jadi tiduran gitu di deket api unggun, trus liat ke atas de.. wuiiiih!! baguuusss.. bintang2 bertaburan.. du romantis abis dee :D (ah, jadi pingin lagi...) ah ya, tiap Psycamp juga pasti ada baksosnya.. ajang berbagi ke penduduk sekitar camp site.. ini juga seru loo biasanya kita main2 sama anak2 sana :) trus buat semacem pasar murah buat ibu2 di situ :)
waah, kalo ditulisin detail bisa panjang bgt niii heheheee.. berhubung my time is up, jadi segini dulu ceritanya..
buat lo (anak2 psiko UI, esp. 2008) yang penasaran dan ingin tau apa rasanya PsyCamp.. langsung aja ikutaan..
seru kok.. dijamin gak nyesel..
pasti lo bawa pulang banyak pengalaman, foto2, dan bukan gak mungkin : calon pacar (berdasarkan pengalaman beberapa orang :D ) :D
--Pinkan Cynthia Belinda Rumondor
http://www.facebook.com/profile.php?id=595414774&v=app_2347471856&viewas=633758820#/note.php?note_id=47219397800
Sabtu, 08 November 2008
Psy lo cho gy [pengalaman psycamp #2: 2002]
Hampir sejam lamanya kami duduk di depan warung yang sudah tutup sejak sore tadi. Dengan hanya berbekal senter dan sarung, kami duduk menunggu peserta psycamp yang kabarnya sudah sejak maghrib berangkat dari kampus.. itu berarti 4 jam yang lalu.
Berbagai kekhawatiran muncul di benak kami masing-masing, diiringi dengan argumen-argumen defensif demi menunjukkan bahwa kami masih optimis. Tiba-tiba, terdengar raungan mesin dan sorot lampu mobil dari kejauhan. Sorotnya terlalu sedikit untuk ukuran rombongan tronton. Tak lama kemudian, muncul lah sosok pemilik soot lampu itu. Hardtop milik jambrong yang diikuti satu tronton.
"Tronton yang lain nolak untuk masuk," kata bagonk yang sejak dua jam lalu turun menunggu peserta di masjid gaul bersama bimo, "mereka nunggu di belokan warung."
Tanpa menunggu perintah dexon--PJ advanced saati itu--kami langsung menurunkan isi tronton yang saat itu datang. Ada beebrapa orang peserta di dalamnya. Andra, atau anes mengantarkan mereka ke lokasi perkemahan. Sementara yang lainnya, naik ke tronton untuk ikut ke tempat tronton peserta lainnya menunggu.
Sampai di tempat tronton yang lain berhenti, dexon segera berbicara dengan para sopir tronton-tronton itu. Sementara kami segera meminta para peserta untuk kembali kepada kelompok trontonnya masing-masing. Setelah mengetahui bahwa para sopir tadi menolak untuk terus naik dengan alasan tidak areanya tidak mungkin untuk ditembus, kami segera meminta peserta untuk mengeluarkan barang-barang mereka dari tronton. Tai lah para sopir itu... sok ngeluarin alasan teknis. Bilang aja ga berani. Titik! Kalo gitu kita juga bakal ngerti.
Sementara barang-barang keperluan panitia, seperti konsumsi dan peralatan masak, dibawa ke lokasi dengan memanfaatkan mobilnya jambrong, pada peserta diantar dengan berjalan kaki. Lumayan dekat kok. Ada sekitar 2 kilometer dari titik perhentian tronton BLE'E tadi. Kurang lebih seperti berjalan dari psiko ke mesjid ui pake lingkar luar, trus belok kiri, lurus, trus belok kanan di pertigaan sastra, sampe di ujung belok kiri dan tempuh lagi lingkar luar ampe psiko. Dekat kan?!
Rombongan peserta terakhir tiba di lokasi bersamaan dengan terbitnya matahari. Mungkin memang tidak sempat istirahat, tapi kan mereka bisa langsung sarapan! Cukup menguntungkan dibanding peserta lain yang harus menunggu lama untuk dapat sarapan, saking lamanya sehingga bisa sampe tidur.
Singkat cerita, karena insiden tronton tadi ada beberapa kegiatan yang dibatalkan untuk memberikan kesempatan beristirahat bagi para peserta. Kegiatan baru berjalan sekitar pukul 9 pagi. Ada acara role play yang kemudian dilanjutkan dengan makan siang dan baksos. Tahun itu saya memilih untuk tidur dan tidak ikut baksos.
Ada satu peristiwa yang lucu bagi gue. Ketika gue berjalan dari dapur sehabis mengambil jatah makan siang, gue mendengar ada peserta yang mengeluhkan betapa tidak enaknya makanan. Ketika gue tanya ga enak apanya, dia jawab ga enak karena ga jelas bentuknya. Ga jelas? Ga jelas apanya ya? Ada nasi, nugget, tahu, sayur, kering tempe. Dan semuanya memiliki bentuk yang berbeda. Lalu kalo soal rasa? Well honestly, untuk seminggu terakhir itu adalah makanan terenak yang pernah gue dapet. Dari segi rasa maupun bentuknya! Mulai dari nasi hingga lauknya. Nasinya jelas-jelas nasi, tidak lagi rancu antara beras dan nasi. Jelas bukan lagi nasi liwat. Andai para peserta tahu makanan seperti apa saja yang beberapa hari terakhir ini kami rasakan, tentunya mereka akan sangat menikmati makanan siang itu dengan lahap.
Pulang baksos, peserta memiliki waktu luang yang sangaaaaattt panjang. Anehnya, tidak ada yang mengisi waktu luang itu dengan tidur. Mereka berkumpul di tengah lapangan, tepatnya di batu besar yang sejak hari ke-2 advanced pengen gue ledakin lantaran gemes! Melihat itu, gue turun dari perkampungan advanced untuk ikut bergabung duduk-duduk di batu besar itu. Banyak yang nongkrong di situ. Mulai dari pakde [80an ya] ampe adi'02. Yang dikerjain di situ juga banyak, bengong bareng, tidur-tiduran bareng, nyanyi bareng, tebak-tebakan bareng, tapi ga ada yang mandi bareng.
Menjelang sore, para angkatan baru dikumpulin untuk briefing singkat mengenai jurit malam. Abis briefing, mereka makan malam. Sementara mereka briefing dan malan malam, gue beserta advanced lainnya sibuk nyiapin kambing buat diguling.
Jurit malam pun dimulai. Gue ga beranjak dari lokasi. Tahun itu, dipan, alfin, andra, anes, dan gue bertanggung jawab terhadap kambing guling. Anes yang ga tahan dengan kambing, lebih sering berada di tenda daripada di dekat-dekat kambing. Alfin juga sering ilang. Yang bertahan bertiga doang, ditemani bagong ama bimo.
Para peserta jurit malam sudah berdatangan. Kambin gguling belum juga selesai.. pastinya dong, kalo uda selesai itu pasti beli deh, bukan bakar sendiri! Sampai akhirnya peserta dikumpulkan semua untuk latihan YELL GUYS!, kambing baru setengah matang. Sambil mengipas-ngipas bara, gue ngeliatin anak 2002 yang serius banget teriak-teriak, ngeliatin andra dan westy yang tahun itu memulai debutnya sebagai jendral. Kambing pun matang. Langsung dibawa ke dapur buat dipotong-potong. Ketika sedang memotong kambing yang kedua, terdengar teriakan-teriakan anak 2002 yang menandakan bahwa latian sebentar lagi akan selesai. Mereka sedang masuk sesi pemilihan jendral-jendril.
Satu per satu anak 2002 diuji coba kekuatan teriakannya. Satu persatu mereka melakukan YELL GUYS!. Sampai tibalah pada giliran si manusia botak yang katanya mirip striker perancis. Pemuda ini... ya, dia cowok... sebut saja namanya hans [bukan nama sebenarnya], melakukan blunder yang bisa dibilang melegenda. Dengan ekspresi serius, hans mengeluarkan suara lantang: "psi, psy , ......" teriakannya nampak sempurna di awal, namun kemudian ".... psyLOCHOgy!!"
Kontan semua yang ada di situ tertawa. Tertawa mendengar teriakannya, tertawa melihat tampang plongonya yang kebingungan. Blundernya itu tentu membuat dia lantas dicoret dari daftar calon jendral dengan segera. Dicoret, ditipek, dan segera dilupakan namanya sebagai calon jendral.
Setelah pemilihan yang alot, sealot para pelatihnya, latihan YELL GUYS! menghasilkan dita si toa sebagai jendral sekaligus jendril untuk angkatan 2002. Dilihat dari fisiknya [kecuali tampang ya] kayaknya ga akan ada yang percaya dia mampu jadi jendral. Tapi ketika melihat tampangnya ditambah mendengar gelegar suaranya, ga akan heran deh kenapa angkatan 2002 cuma punya satu jendral.
Jam 5 pagi pun kambing mulai digelar dan dibagikan. Anes, seperti tahun sebelumnya, memilih untuk hanya diam duduk. Dia alergi kambing. Jam 6.30 pagi angkatan non-2002 berkumpul di dekat tungku api unggun. Gitar pun mulai dibunyikan, dari intronya jelas lagu apa yang akan dinyanyikan: Kopi Seember. Tidak sampe 30 menit, anak 2002 sudah menyiapkan kopi seember di dekat tungku api unggun. Aahhh... nikmatnya. Ini adalah kali pertama gue merasakan kopi seember bukan sebagai anak baru. Nikmat, walo rasanya ga karuan.
Siang hari tiba, saatnya beres-beres. Westy, selaku PJ perlengkapan, mempercayakan beres-beres ke advanced. Dexon, selaku PJ advanced, menyerahkan tangggung jawabnya ke gue karena gue adalah perlapnya advanced. Sial!
Kalo gue ingat-ingat, barly adalah orang yang bertanggung jawab kenapa gue menjadi perlap advanced--posisi yang kemudian mempengaruhi keberadaan gue di kampus. Dengan ringannya, barly ngangkat jarinya untuk nunjuk gue sambil ngomong, "mon, lu perlap advanced!" Ga ada yang berani membantah, termasuk dexon, lantaran tahun sebelumnya dia lah yang jadi perlap advanced.
Kalo gue pikir-pikir, jabatan tersebut membuat gue jadi kecanduan di bidang perlap. Gimana enggak? Tanggung jawab lu ga sebesar PJ bidang apapun bahkan PO tapi lu bisa belajar banyak tentang tugas mereka, uda gitu hubungan mereka dengan pemegang jabatan itu layaknya simbiosis mutualisme... berani ngasih gue perintah dan mau nurut kalo gue kasih perintah balik. Enak. Walo ada sedikit rasa penyesalan juga sih, terutama karena jabatan itu membuat gue punya attachment yang kuat sama peralatan psycamp. Gue sering merasa sedih dan sempat juga nangis ngeliat kondisi barang-barang peralatan psycamp yang tergelak gitu aja di gudang senat, ga ada yang ngurusin apalagi para penghuni ruang senat yang selalu bersikeras mengklaim itu adalah barang milik senat. Well... it happens every year. Ngumpulin duit banyak-banyak, ubeg-ubeg pasar dari pagi, dapet tuh barang, belajar cara pakenya, trus beberapa bulan kemudian jadi rongsokan ato uda ga jelas di mana rimbanya setelah dipake buat acara lain oleh senat.. tahun depannya, ngumpulin duit lagi banyak-banyak buat beli barang yang sama. Yeah.. it happens every year. Fuck, man! Jangan mentang-mentang kampus kita ada banyak kucing, terus kita ikut-ikutan jadi kayak kucing yang ga pernah belajar dari kesalahan.
Seperti sudah menjadi kebiasaan, beres-beres selalu ditutup dengan foto-foto bersama. Seusai sesi foto, gue membagi jatah barang yang musti dibawa oleh masing-masing kelompok tronton.
Pulang!
*************************
1. Beberapa hari kemudian, pas menata peralatan di gudang senat, gue tidak berhasil menemukan flying-sheets yang barly dan gue pake buat atap dapur. Sampai detik ini gue ga pernah tahu di mana barang itu berada.
2. Tahun ini adalah pertama kalinya gue ikut advanced. Ikut sibuk survey psycamp [sebenarnya catatan nomor 2 ini aslinya lebih bercerita mengenai pengalaman advancednya, tapi biar ga terlalu subjektif gue cut aja bagian advancednya].
3. Yang harusnya gue tag, tapi ga bisa karena ga punya facebook: Dipankara.
4. Dari lima orang advanced 2001: dipan, alfin, andra, anes, dan gue; sebelum kerja bareng di advanced, kami tidak tergabung dalam peer yang sama dan bahkan kami peerless. Setelah advanced tahun itu, kami tetap ga pernah bareng gabung satu peer hingga kini. Ga sudi!
--Raymond Godwin
http://www.facebook.com/note.php?note_id=37773992282&id=628002167&index=1
Berbagai kekhawatiran muncul di benak kami masing-masing, diiringi dengan argumen-argumen defensif demi menunjukkan bahwa kami masih optimis. Tiba-tiba, terdengar raungan mesin dan sorot lampu mobil dari kejauhan. Sorotnya terlalu sedikit untuk ukuran rombongan tronton. Tak lama kemudian, muncul lah sosok pemilik soot lampu itu. Hardtop milik jambrong yang diikuti satu tronton.
"Tronton yang lain nolak untuk masuk," kata bagonk yang sejak dua jam lalu turun menunggu peserta di masjid gaul bersama bimo, "mereka nunggu di belokan warung."
Tanpa menunggu perintah dexon--PJ advanced saati itu--kami langsung menurunkan isi tronton yang saat itu datang. Ada beebrapa orang peserta di dalamnya. Andra, atau anes mengantarkan mereka ke lokasi perkemahan. Sementara yang lainnya, naik ke tronton untuk ikut ke tempat tronton peserta lainnya menunggu.
Sampai di tempat tronton yang lain berhenti, dexon segera berbicara dengan para sopir tronton-tronton itu. Sementara kami segera meminta para peserta untuk kembali kepada kelompok trontonnya masing-masing. Setelah mengetahui bahwa para sopir tadi menolak untuk terus naik dengan alasan tidak areanya tidak mungkin untuk ditembus, kami segera meminta peserta untuk mengeluarkan barang-barang mereka dari tronton. Tai lah para sopir itu... sok ngeluarin alasan teknis. Bilang aja ga berani. Titik! Kalo gitu kita juga bakal ngerti.
Sementara barang-barang keperluan panitia, seperti konsumsi dan peralatan masak, dibawa ke lokasi dengan memanfaatkan mobilnya jambrong, pada peserta diantar dengan berjalan kaki. Lumayan dekat kok. Ada sekitar 2 kilometer dari titik perhentian tronton BLE'E tadi. Kurang lebih seperti berjalan dari psiko ke mesjid ui pake lingkar luar, trus belok kiri, lurus, trus belok kanan di pertigaan sastra, sampe di ujung belok kiri dan tempuh lagi lingkar luar ampe psiko. Dekat kan?!
Rombongan peserta terakhir tiba di lokasi bersamaan dengan terbitnya matahari. Mungkin memang tidak sempat istirahat, tapi kan mereka bisa langsung sarapan! Cukup menguntungkan dibanding peserta lain yang harus menunggu lama untuk dapat sarapan, saking lamanya sehingga bisa sampe tidur.
Singkat cerita, karena insiden tronton tadi ada beberapa kegiatan yang dibatalkan untuk memberikan kesempatan beristirahat bagi para peserta. Kegiatan baru berjalan sekitar pukul 9 pagi. Ada acara role play yang kemudian dilanjutkan dengan makan siang dan baksos. Tahun itu saya memilih untuk tidur dan tidak ikut baksos.
Ada satu peristiwa yang lucu bagi gue. Ketika gue berjalan dari dapur sehabis mengambil jatah makan siang, gue mendengar ada peserta yang mengeluhkan betapa tidak enaknya makanan. Ketika gue tanya ga enak apanya, dia jawab ga enak karena ga jelas bentuknya. Ga jelas? Ga jelas apanya ya? Ada nasi, nugget, tahu, sayur, kering tempe. Dan semuanya memiliki bentuk yang berbeda. Lalu kalo soal rasa? Well honestly, untuk seminggu terakhir itu adalah makanan terenak yang pernah gue dapet. Dari segi rasa maupun bentuknya! Mulai dari nasi hingga lauknya. Nasinya jelas-jelas nasi, tidak lagi rancu antara beras dan nasi. Jelas bukan lagi nasi liwat. Andai para peserta tahu makanan seperti apa saja yang beberapa hari terakhir ini kami rasakan, tentunya mereka akan sangat menikmati makanan siang itu dengan lahap.
Pulang baksos, peserta memiliki waktu luang yang sangaaaaattt panjang. Anehnya, tidak ada yang mengisi waktu luang itu dengan tidur. Mereka berkumpul di tengah lapangan, tepatnya di batu besar yang sejak hari ke-2 advanced pengen gue ledakin lantaran gemes! Melihat itu, gue turun dari perkampungan advanced untuk ikut bergabung duduk-duduk di batu besar itu. Banyak yang nongkrong di situ. Mulai dari pakde [80an ya] ampe adi'02. Yang dikerjain di situ juga banyak, bengong bareng, tidur-tiduran bareng, nyanyi bareng, tebak-tebakan bareng, tapi ga ada yang mandi bareng.
Menjelang sore, para angkatan baru dikumpulin untuk briefing singkat mengenai jurit malam. Abis briefing, mereka makan malam. Sementara mereka briefing dan malan malam, gue beserta advanced lainnya sibuk nyiapin kambing buat diguling.
Jurit malam pun dimulai. Gue ga beranjak dari lokasi. Tahun itu, dipan, alfin, andra, anes, dan gue bertanggung jawab terhadap kambing guling. Anes yang ga tahan dengan kambing, lebih sering berada di tenda daripada di dekat-dekat kambing. Alfin juga sering ilang. Yang bertahan bertiga doang, ditemani bagong ama bimo.
Para peserta jurit malam sudah berdatangan. Kambin gguling belum juga selesai.. pastinya dong, kalo uda selesai itu pasti beli deh, bukan bakar sendiri! Sampai akhirnya peserta dikumpulkan semua untuk latihan YELL GUYS!, kambing baru setengah matang. Sambil mengipas-ngipas bara, gue ngeliatin anak 2002 yang serius banget teriak-teriak, ngeliatin andra dan westy yang tahun itu memulai debutnya sebagai jendral. Kambing pun matang. Langsung dibawa ke dapur buat dipotong-potong. Ketika sedang memotong kambing yang kedua, terdengar teriakan-teriakan anak 2002 yang menandakan bahwa latian sebentar lagi akan selesai. Mereka sedang masuk sesi pemilihan jendral-jendril.
Satu per satu anak 2002 diuji coba kekuatan teriakannya. Satu persatu mereka melakukan YELL GUYS!. Sampai tibalah pada giliran si manusia botak yang katanya mirip striker perancis. Pemuda ini... ya, dia cowok... sebut saja namanya hans [bukan nama sebenarnya], melakukan blunder yang bisa dibilang melegenda. Dengan ekspresi serius, hans mengeluarkan suara lantang: "psi, psy , ......" teriakannya nampak sempurna di awal, namun kemudian ".... psyLOCHOgy!!"
Kontan semua yang ada di situ tertawa. Tertawa mendengar teriakannya, tertawa melihat tampang plongonya yang kebingungan. Blundernya itu tentu membuat dia lantas dicoret dari daftar calon jendral dengan segera. Dicoret, ditipek, dan segera dilupakan namanya sebagai calon jendral.
Setelah pemilihan yang alot, sealot para pelatihnya, latihan YELL GUYS! menghasilkan dita si toa sebagai jendral sekaligus jendril untuk angkatan 2002. Dilihat dari fisiknya [kecuali tampang ya] kayaknya ga akan ada yang percaya dia mampu jadi jendral. Tapi ketika melihat tampangnya ditambah mendengar gelegar suaranya, ga akan heran deh kenapa angkatan 2002 cuma punya satu jendral.
Jam 5 pagi pun kambing mulai digelar dan dibagikan. Anes, seperti tahun sebelumnya, memilih untuk hanya diam duduk. Dia alergi kambing. Jam 6.30 pagi angkatan non-2002 berkumpul di dekat tungku api unggun. Gitar pun mulai dibunyikan, dari intronya jelas lagu apa yang akan dinyanyikan: Kopi Seember. Tidak sampe 30 menit, anak 2002 sudah menyiapkan kopi seember di dekat tungku api unggun. Aahhh... nikmatnya. Ini adalah kali pertama gue merasakan kopi seember bukan sebagai anak baru. Nikmat, walo rasanya ga karuan.
Siang hari tiba, saatnya beres-beres. Westy, selaku PJ perlengkapan, mempercayakan beres-beres ke advanced. Dexon, selaku PJ advanced, menyerahkan tangggung jawabnya ke gue karena gue adalah perlapnya advanced. Sial!
Kalo gue ingat-ingat, barly adalah orang yang bertanggung jawab kenapa gue menjadi perlap advanced--posisi yang kemudian mempengaruhi keberadaan gue di kampus. Dengan ringannya, barly ngangkat jarinya untuk nunjuk gue sambil ngomong, "mon, lu perlap advanced!" Ga ada yang berani membantah, termasuk dexon, lantaran tahun sebelumnya dia lah yang jadi perlap advanced.
Kalo gue pikir-pikir, jabatan tersebut membuat gue jadi kecanduan di bidang perlap. Gimana enggak? Tanggung jawab lu ga sebesar PJ bidang apapun bahkan PO tapi lu bisa belajar banyak tentang tugas mereka, uda gitu hubungan mereka dengan pemegang jabatan itu layaknya simbiosis mutualisme... berani ngasih gue perintah dan mau nurut kalo gue kasih perintah balik. Enak. Walo ada sedikit rasa penyesalan juga sih, terutama karena jabatan itu membuat gue punya attachment yang kuat sama peralatan psycamp. Gue sering merasa sedih dan sempat juga nangis ngeliat kondisi barang-barang peralatan psycamp yang tergelak gitu aja di gudang senat, ga ada yang ngurusin apalagi para penghuni ruang senat yang selalu bersikeras mengklaim itu adalah barang milik senat. Well... it happens every year. Ngumpulin duit banyak-banyak, ubeg-ubeg pasar dari pagi, dapet tuh barang, belajar cara pakenya, trus beberapa bulan kemudian jadi rongsokan ato uda ga jelas di mana rimbanya setelah dipake buat acara lain oleh senat.. tahun depannya, ngumpulin duit lagi banyak-banyak buat beli barang yang sama. Yeah.. it happens every year. Fuck, man! Jangan mentang-mentang kampus kita ada banyak kucing, terus kita ikut-ikutan jadi kayak kucing yang ga pernah belajar dari kesalahan.
Seperti sudah menjadi kebiasaan, beres-beres selalu ditutup dengan foto-foto bersama. Seusai sesi foto, gue membagi jatah barang yang musti dibawa oleh masing-masing kelompok tronton.
Pulang!
*************************
1. Beberapa hari kemudian, pas menata peralatan di gudang senat, gue tidak berhasil menemukan flying-sheets yang barly dan gue pake buat atap dapur. Sampai detik ini gue ga pernah tahu di mana barang itu berada.
2. Tahun ini adalah pertama kalinya gue ikut advanced. Ikut sibuk survey psycamp [sebenarnya catatan nomor 2 ini aslinya lebih bercerita mengenai pengalaman advancednya, tapi biar ga terlalu subjektif gue cut aja bagian advancednya].
3. Yang harusnya gue tag, tapi ga bisa karena ga punya facebook: Dipankara.
4. Dari lima orang advanced 2001: dipan, alfin, andra, anes, dan gue; sebelum kerja bareng di advanced, kami tidak tergabung dalam peer yang sama dan bahkan kami peerless. Setelah advanced tahun itu, kami tetap ga pernah bareng gabung satu peer hingga kini. Ga sudi!
--Raymond Godwin
http://www.facebook.com/note.php?note_id=37773992282&id=628002167&index=1
YEEEEEEELL GUUUUUUUUUYS....!!!! [pengalaman psycamp #1: 2001]
Jam 9 malam lewat. Akhirnya sampai juga kami di tempat tujuan. Subang. Sagalaherang.
Gelap. Satu-satunya sumber cahaya hanyalah lampu sorot dari 5 tronton yang mengantarkan kami ke tempat ini [well yeah.. itu berarti ada 5 sumber cahaya ya?].
Segera setelah mengambil tas kami masing-masing, penanggung jawab tronton langsung membariskan kami di pinggir tronton. Satu per satu, senter mulai menyorot kemana-mana.
"Oke, sekarang kita akan menuju lokasi. Masing-masing kelompok akan dipandu satu orang advanced. Jangan lepas dari barisan yaaaa...," teriak seorang cowok yang entah siapa gue ga kenal namanya.
Agak lama kelompok kami menunggu giliran untuk berjalan. Kami adalah kelompok tronton 3, kalo gue ga salah ingat. Masing-masing tronton dihuni oleh sekitar 20 mahasiswa, dari berbagai angkatan. Dari angkatan gue sendiri ada 7-10 orang, lalu ada angkatan 2000, '99, 'dan '98. Saat itu, angkatan gue adalah angkatan baru di psikologi, jadinya pasti lebih banyak jumlahnya dari pada jumlah tiap-tiap angkatan yang lebih tua.
"Mon, lu bawa ini ya," entah siapa gue lupa berteriak di samping barisan kelompok kami, "hati-hati, jangan rusak. Kalo ga, kita ga makan ntar."
Gue berjalan ke arah buntelan karung goni yang ditunjuk. Kol dan berbagai macam jenis sayuran, paling banyak sih kol. Tidak terlalu berat juga untungnya.
Akhirnya giliran kelompok kami yang berjalan. Menapaki jalan mendaki yang rada berbatu. Aku tidak bisa melihat sekelilingku, terlalu gelap. Lima menit berjalan, kami berbelok ke arah kiri meninggalkan jalan setapak tadi dan mulai memasuki hutan.Tidak lama juga kami berjalan di hutan yang dipenuhi bambu itu. Keluar hutan kami disambut oleh pemandangan sawah di malam hari. Terlihat jelas siluet orang-orangan sawah dan beberapa saung di kejauhan. Wow..!
Terdengar suara raungan genset. Tampaknya lokasi kemping sudah dekat. Sekitar 10 menit kami berjalan menyusuri sawah-sawah itu dan akhirnya tiba juga di lokasi.
Kalo ga salah ada 3 tenda empat tiang, 1 tenda 3 tiang, dan 1 pondok bambu. Lampu neon menyala terang. Ada 2 lampu di masing-masing tenda. Sangat terang benderang untuk ukuran kemping [setidaknya berdasarkan pengalaman gue sebelumnya].
"Selamat datang. Yang cowok di tenda pinggir sana, yang cewek di tenda yang di tengah. Silahkan cari tempat masing-masing aja ya," kata advanced yang memandu kami.
Tenda cowok berada di dataran yang miring. Sangat miring. Terus terang, bukan tempat yang nyaman untuk ditiduri...tadinya gue mikir gitu, tapi taunya tetap aja bisa tidur. Kalo ga percaya, tanya aja boyo dan seto!
Setelah mengistirahatkan kaki beberapa menit, gue bersama beberapa cowok 2001 yang lain menghampiri tenda cewek. Lalu duduk di depan tenda mereka... ya iyalah, lu ga boleh masuk ke tenda cewek.
Sisa malam itu gue habiskan dengan ngobrol di depan tenda cewek bareng anes, moko, mega, karin, ciput, dan entah siapa lagi.
Memperhatikan barang-barang yang ada di tenda cewek membuat gue terpana. Macam-macam isinya. Barang yang gue ga pernah sangka akan gue liat di tenda kemping, ada di situ: koper tarik dan high heels. Hancur berantakan konsep kemping gue.
Tapi setidaknya nongkrong di tenda cewek membuat lu ga akan kelaparan. Banyak banget snack yang mereka bawa. Lu cuma modal duduk sambil ngobrol uda dapet makanan, syukur gue bisa mijit jadi bisa dapet lebih.
Jam 5 pagi, mario, anak '98 yang ga pernah pasang senyum, tiba-tiba teriak pake toa sambil duduk di panggung kayu kecil di depan depan tenda cewek.
"Woy....! Gue punya tebakan. Agamanya ikan apa ayo?"
Semua terdiam.
Satu persatu mulai kelar dari tenda, ikut nongkrong di depan tenda cewek.
Semua masih terdiam.
"Agamanya ikan tuh katolik. Kan ada ikan paus!"
Semua ketawa kencang. Mario terus memberikan tebakan garing sampe akhirnya ada yang bermain gitar. Sesi menyanyi pagi hari dimulai.
Kegiatan di hari Sabtu itu berjalan sangat seru. Asli seru banget. Abis sarapan, angkatan baru dikumpulin terus dibagi 6 kelompok. Masing-masing kelompok dikasih tugas nyari orang di angkatan tua dengan ciri-ciri tertentu. Misalnya: cari yang ketauan bawa rexona pas ospek. Lu ubeg2 dah tuh seluruh tenda, nanya ke siapa yang ada dengan catatan lu musti kenalan dulu ama yang orang yang pengen lu tanyain. Hasilnya, lu kenal deh sama yang ikut-ikut psycamp, mulai dari yang masih kuliah sampe yang taunya uda lulus bertahun-tahun yang lalu.
Terus baksos deh. Jalan keluar dari lokasi menuju desa. Gue waktu itu bantuin pasar murah, jadi tim keamanan bareng ama lukas, anes, boyo, ami. Rame abis. Yang dijual tuh baju, celana, selimut, ama tau deh apa lagi. Jualan ludes semua. Laris manis! Abis itu, foto2 bareng ama warga. Belakangan gue tahu bahwa uang hasil pasar murah itu diserahkan kembali untuk pembangunan desa itu.
Abis baksos, balik lagi ke lokasi. Makan siang. Terus nyanyi-nyanyi lagi di depan tenda cewek bareng mario, danti, ama tau deh siapa lagi.. banyak banget! Sesi nyanyi siang itu temanya lagu-lagu balairung: rayuan pulau kelapa, pahlawan muda.. you name it, we've sang it!
Lokasi kempingnya ternyata kalo lu liat di hari terang keren banget. Ada tebing tinggi di pinggir kanan, sungai di kiri dan depan, trus ada hutan di belakang. Pondok bambu yang gue liat tadi malam, taunya dapur. Di sungai sendiri ada 2 bilik bambu yang letaknya berjauhan. Yang satu kamar mandi, satu lagi kakus. Di antara dapur ama tenda cewek ada satu galian yang taunya adalah tungku api unggun. Gue ga perhatiin ada api unggun tadi malam. Ya iyalah... asik ngobrol [ehem!]
Tau-tau uda mulai gelap. Angkatan baru dikumpulin lagi, masih dalam kelompok tadi siang. Kami dibriefing buat jurit malam. Setiap kelompok diharuskan mencari 2 orang dari angkatan tua buat jadi pemandu. Kelar briefing, makan malam deh.
Jurit malam dilaksanakan mulai jam 9. Tiga kelompok jalan bergiliran hutan, tiga yang lain bergiliran ke arah seberang sungai. Kelompok gue jalan ke seberang sungai. Ada 5 pos resmi dan 1 pos bayangan. Tiap pos tuh kegiatannya beda, mulai dari nebak nama, tebakan garing, sampe kenalan ama angkatan yang uda bangkotan [ini sih kayaknya gara-gara mereka tetap mau eksis aja... peace, bang...hehehe].
Kelompok gue tiba lagi di lokasi jam 11. Kelompok yang terakhir. Istirahat bentar, trus dikumpulin lagi di depan tenda cewek. Berdiri di depan kami tuh ada lisa [lu angkatan berapa, lis?], emilio ['98], aryo ['00], alis [angkatan berapa ya?], dan siapa lagi ya gue lupa. Belakangan gue tahu bahwa yang berdiri di depan adalah para jendral-jendril dari setiap angkatan.
Kali ini kami dikenalkan dan belajar untuk bisa melakukan YELL GUYS!, yell yang menjadi spirit psikologi.. ga ada tuh di fakultas lain. Kalo ada mah palingan juga cuma "hip, hip, hore!" ato "yo yo yo!". Ga ada deh yang sekeren YELL GUYS!.
Belajar YELL GUYS! itu kayak tai. Teriakannya musti satu nada. Gue ingat banget si moko sampe disamperin lisa gara2 teriakannya sumbang, terus disuruh lantunin doremifasol kenceng-kenceng.
Ada kali 2 jam kami teriak-teriak. Sampe akhirnya jendral-jendril itu puas. Tapi sesi YELL GUYS! belum kelar. Masih ada pemilihan jendral dan jendril buat angkatan kami. Prosesnya memakan waktu yang juga luamyan lama. Setelah melewati beberapa tahap, terpilihlah andra dan westi.
Ternyata, sementara angkatan baru belajar YELL GUYS!, para advanced sibuk bakar kambing di api unggun. 2 ekor, bos! Cukup banget buat semua. Begitu sesi YELL GUYS! kelar, kambing guling langsung tersedia. Lengkap dengan kecapnya.
Anak-anak angkatan tua dengan sigap langsung maju ke dapur, sementara sebagian besar angkatan gue berjalan ke tenda menyusul boyo dan seto yang uda tidur sejak latian YELL GUYS!. Yang gue ingat, cuma alfin, dipan, moko, ama gue yang bertahan melek di depan tenda cewek sambil sesekali ke dapur ngambil jatah kambing.
Jam 6 pagi, mario mulai berkoar-koar lagi dengan toanya. Bersatu dengan angkatan tua lainnya mario mulai nyanyi buat angkatan gue. Lagunya cuma satu dan diulang-ulang: kopi seember. Dari lagunya jelas kalo angkatan tua minta dibikinin kopi seember. Beneran seember. Mereka baru ganti lagu setelah tuh kopi seember benar-benar selesai dibuat. Mencret-mencret dah tuh mereka.
Ga kerasa, uda siang. Mulailah kami beres-beres. Mulai dari beresin tas sendiri, sampe melipat rapi tuh tenda-tenda pleton. Abis itu foto-foto deh, tentunya!
Pulang.
Sampe di kampus tuh sekitar jam 9 malam. Kami kumpul di lapangan parkir, bikin lingkaran gede trus doa bareng. Abis itu mulai deh nyanyi "Hymne Psikologi", yang tentunya kemudian disambung dengan: YEEEEELLL GUUUUUUYYS....!!!!
"Psi, psy, psy, psy, cho, cho, cho, psycho! Lo, lo, lo, gy, gy, gy, logy! PSYCHOLOGY, Yeaaahhh!!!"
********
[ada banyak detail yang ga ter-retrieve dari memory gue soal psycamp '01. entah emang gue lupa, ato emang gue ga mau tulis. yang pasti, gue jadi banyak kenal sama anak-anak angkatan tua, dan ga cuma sekadar kenal. setelah psycamp, kami jadi sering ngobrol dan becanda bareng. dan tau kalo ternyata mario tuh adalah makhluk tergaring di psiko, setelah pakde tentunya!]
--Raymond Godwin
http://www.facebook.com/note.php?note_id=37836647282&ref=nf#/note.php?note_id=37357702282&id=628002167&index=2
Gelap. Satu-satunya sumber cahaya hanyalah lampu sorot dari 5 tronton yang mengantarkan kami ke tempat ini [well yeah.. itu berarti ada 5 sumber cahaya ya?].
Segera setelah mengambil tas kami masing-masing, penanggung jawab tronton langsung membariskan kami di pinggir tronton. Satu per satu, senter mulai menyorot kemana-mana.
"Oke, sekarang kita akan menuju lokasi. Masing-masing kelompok akan dipandu satu orang advanced. Jangan lepas dari barisan yaaaa...," teriak seorang cowok yang entah siapa gue ga kenal namanya.
Agak lama kelompok kami menunggu giliran untuk berjalan. Kami adalah kelompok tronton 3, kalo gue ga salah ingat. Masing-masing tronton dihuni oleh sekitar 20 mahasiswa, dari berbagai angkatan. Dari angkatan gue sendiri ada 7-10 orang, lalu ada angkatan 2000, '99, 'dan '98. Saat itu, angkatan gue adalah angkatan baru di psikologi, jadinya pasti lebih banyak jumlahnya dari pada jumlah tiap-tiap angkatan yang lebih tua.
"Mon, lu bawa ini ya," entah siapa gue lupa berteriak di samping barisan kelompok kami, "hati-hati, jangan rusak. Kalo ga, kita ga makan ntar."
Gue berjalan ke arah buntelan karung goni yang ditunjuk. Kol dan berbagai macam jenis sayuran, paling banyak sih kol. Tidak terlalu berat juga untungnya.
Akhirnya giliran kelompok kami yang berjalan. Menapaki jalan mendaki yang rada berbatu. Aku tidak bisa melihat sekelilingku, terlalu gelap. Lima menit berjalan, kami berbelok ke arah kiri meninggalkan jalan setapak tadi dan mulai memasuki hutan.Tidak lama juga kami berjalan di hutan yang dipenuhi bambu itu. Keluar hutan kami disambut oleh pemandangan sawah di malam hari. Terlihat jelas siluet orang-orangan sawah dan beberapa saung di kejauhan. Wow..!
Terdengar suara raungan genset. Tampaknya lokasi kemping sudah dekat. Sekitar 10 menit kami berjalan menyusuri sawah-sawah itu dan akhirnya tiba juga di lokasi.
Kalo ga salah ada 3 tenda empat tiang, 1 tenda 3 tiang, dan 1 pondok bambu. Lampu neon menyala terang. Ada 2 lampu di masing-masing tenda. Sangat terang benderang untuk ukuran kemping [setidaknya berdasarkan pengalaman gue sebelumnya].
"Selamat datang. Yang cowok di tenda pinggir sana, yang cewek di tenda yang di tengah. Silahkan cari tempat masing-masing aja ya," kata advanced yang memandu kami.
Tenda cowok berada di dataran yang miring. Sangat miring. Terus terang, bukan tempat yang nyaman untuk ditiduri...tadinya gue mikir gitu, tapi taunya tetap aja bisa tidur. Kalo ga percaya, tanya aja boyo dan seto!
Setelah mengistirahatkan kaki beberapa menit, gue bersama beberapa cowok 2001 yang lain menghampiri tenda cewek. Lalu duduk di depan tenda mereka... ya iyalah, lu ga boleh masuk ke tenda cewek.
Sisa malam itu gue habiskan dengan ngobrol di depan tenda cewek bareng anes, moko, mega, karin, ciput, dan entah siapa lagi.
Memperhatikan barang-barang yang ada di tenda cewek membuat gue terpana. Macam-macam isinya. Barang yang gue ga pernah sangka akan gue liat di tenda kemping, ada di situ: koper tarik dan high heels. Hancur berantakan konsep kemping gue.
Tapi setidaknya nongkrong di tenda cewek membuat lu ga akan kelaparan. Banyak banget snack yang mereka bawa. Lu cuma modal duduk sambil ngobrol uda dapet makanan, syukur gue bisa mijit jadi bisa dapet lebih.
Jam 5 pagi, mario, anak '98 yang ga pernah pasang senyum, tiba-tiba teriak pake toa sambil duduk di panggung kayu kecil di depan depan tenda cewek.
"Woy....! Gue punya tebakan. Agamanya ikan apa ayo?"
Semua terdiam.
Satu persatu mulai kelar dari tenda, ikut nongkrong di depan tenda cewek.
Semua masih terdiam.
"Agamanya ikan tuh katolik. Kan ada ikan paus!"
Semua ketawa kencang. Mario terus memberikan tebakan garing sampe akhirnya ada yang bermain gitar. Sesi menyanyi pagi hari dimulai.
Kegiatan di hari Sabtu itu berjalan sangat seru. Asli seru banget. Abis sarapan, angkatan baru dikumpulin terus dibagi 6 kelompok. Masing-masing kelompok dikasih tugas nyari orang di angkatan tua dengan ciri-ciri tertentu. Misalnya: cari yang ketauan bawa rexona pas ospek. Lu ubeg2 dah tuh seluruh tenda, nanya ke siapa yang ada dengan catatan lu musti kenalan dulu ama yang orang yang pengen lu tanyain. Hasilnya, lu kenal deh sama yang ikut-ikut psycamp, mulai dari yang masih kuliah sampe yang taunya uda lulus bertahun-tahun yang lalu.
Terus baksos deh. Jalan keluar dari lokasi menuju desa. Gue waktu itu bantuin pasar murah, jadi tim keamanan bareng ama lukas, anes, boyo, ami. Rame abis. Yang dijual tuh baju, celana, selimut, ama tau deh apa lagi. Jualan ludes semua. Laris manis! Abis itu, foto2 bareng ama warga. Belakangan gue tahu bahwa uang hasil pasar murah itu diserahkan kembali untuk pembangunan desa itu.
Abis baksos, balik lagi ke lokasi. Makan siang. Terus nyanyi-nyanyi lagi di depan tenda cewek bareng mario, danti, ama tau deh siapa lagi.. banyak banget! Sesi nyanyi siang itu temanya lagu-lagu balairung: rayuan pulau kelapa, pahlawan muda.. you name it, we've sang it!
Lokasi kempingnya ternyata kalo lu liat di hari terang keren banget. Ada tebing tinggi di pinggir kanan, sungai di kiri dan depan, trus ada hutan di belakang. Pondok bambu yang gue liat tadi malam, taunya dapur. Di sungai sendiri ada 2 bilik bambu yang letaknya berjauhan. Yang satu kamar mandi, satu lagi kakus. Di antara dapur ama tenda cewek ada satu galian yang taunya adalah tungku api unggun. Gue ga perhatiin ada api unggun tadi malam. Ya iyalah... asik ngobrol [ehem!]
Tau-tau uda mulai gelap. Angkatan baru dikumpulin lagi, masih dalam kelompok tadi siang. Kami dibriefing buat jurit malam. Setiap kelompok diharuskan mencari 2 orang dari angkatan tua buat jadi pemandu. Kelar briefing, makan malam deh.
Jurit malam dilaksanakan mulai jam 9. Tiga kelompok jalan bergiliran hutan, tiga yang lain bergiliran ke arah seberang sungai. Kelompok gue jalan ke seberang sungai. Ada 5 pos resmi dan 1 pos bayangan. Tiap pos tuh kegiatannya beda, mulai dari nebak nama, tebakan garing, sampe kenalan ama angkatan yang uda bangkotan [ini sih kayaknya gara-gara mereka tetap mau eksis aja... peace, bang...hehehe].
Kelompok gue tiba lagi di lokasi jam 11. Kelompok yang terakhir. Istirahat bentar, trus dikumpulin lagi di depan tenda cewek. Berdiri di depan kami tuh ada lisa [lu angkatan berapa, lis?], emilio ['98], aryo ['00], alis [angkatan berapa ya?], dan siapa lagi ya gue lupa. Belakangan gue tahu bahwa yang berdiri di depan adalah para jendral-jendril dari setiap angkatan.
Kali ini kami dikenalkan dan belajar untuk bisa melakukan YELL GUYS!, yell yang menjadi spirit psikologi.. ga ada tuh di fakultas lain. Kalo ada mah palingan juga cuma "hip, hip, hore!" ato "yo yo yo!". Ga ada deh yang sekeren YELL GUYS!.
Belajar YELL GUYS! itu kayak tai. Teriakannya musti satu nada. Gue ingat banget si moko sampe disamperin lisa gara2 teriakannya sumbang, terus disuruh lantunin doremifasol kenceng-kenceng.
Ada kali 2 jam kami teriak-teriak. Sampe akhirnya jendral-jendril itu puas. Tapi sesi YELL GUYS! belum kelar. Masih ada pemilihan jendral dan jendril buat angkatan kami. Prosesnya memakan waktu yang juga luamyan lama. Setelah melewati beberapa tahap, terpilihlah andra dan westi.
Ternyata, sementara angkatan baru belajar YELL GUYS!, para advanced sibuk bakar kambing di api unggun. 2 ekor, bos! Cukup banget buat semua. Begitu sesi YELL GUYS! kelar, kambing guling langsung tersedia. Lengkap dengan kecapnya.
Anak-anak angkatan tua dengan sigap langsung maju ke dapur, sementara sebagian besar angkatan gue berjalan ke tenda menyusul boyo dan seto yang uda tidur sejak latian YELL GUYS!. Yang gue ingat, cuma alfin, dipan, moko, ama gue yang bertahan melek di depan tenda cewek sambil sesekali ke dapur ngambil jatah kambing.
Jam 6 pagi, mario mulai berkoar-koar lagi dengan toanya. Bersatu dengan angkatan tua lainnya mario mulai nyanyi buat angkatan gue. Lagunya cuma satu dan diulang-ulang: kopi seember. Dari lagunya jelas kalo angkatan tua minta dibikinin kopi seember. Beneran seember. Mereka baru ganti lagu setelah tuh kopi seember benar-benar selesai dibuat. Mencret-mencret dah tuh mereka.
Ga kerasa, uda siang. Mulailah kami beres-beres. Mulai dari beresin tas sendiri, sampe melipat rapi tuh tenda-tenda pleton. Abis itu foto-foto deh, tentunya!
Pulang.
Sampe di kampus tuh sekitar jam 9 malam. Kami kumpul di lapangan parkir, bikin lingkaran gede trus doa bareng. Abis itu mulai deh nyanyi "Hymne Psikologi", yang tentunya kemudian disambung dengan: YEEEEELLL GUUUUUUYYS....!!!!
"Psi, psy, psy, psy, cho, cho, cho, psycho! Lo, lo, lo, gy, gy, gy, logy! PSYCHOLOGY, Yeaaahhh!!!"
********
[ada banyak detail yang ga ter-retrieve dari memory gue soal psycamp '01. entah emang gue lupa, ato emang gue ga mau tulis. yang pasti, gue jadi banyak kenal sama anak-anak angkatan tua, dan ga cuma sekadar kenal. setelah psycamp, kami jadi sering ngobrol dan becanda bareng. dan tau kalo ternyata mario tuh adalah makhluk tergaring di psiko, setelah pakde tentunya!]
--Raymond Godwin
http://www.facebook.com/note.php?note_id=37836647282&ref=nf#/note.php?note_id=37357702282&id=628002167&index=2
Langganan:
Postingan (Atom)